2006 events
26 Novembet to 6 December 2006
Pameran dan peluncuran buku :
“ CALON ARANG “
The Story of a Woman Sacrificed to Patriachy
Lyrical Prose by Toeti Heraty
Karya 21 Perupa Perempuan Bali :
Ni Ketut Ayu Sri Wardani, Gusti Ayu Yasning, Dewi Tjahjati, Putu Eni Astiarini, Tjokorda Istri Mas Astiti, Sri Haryani, I Gusti Ketut Oka Armini, Gusti Ayu Natih Arimini, IGPA Mirah Rahmawati, Ni Wayan Warti, Yanuar Ernawati, Ni Nyoman Supini, Ni Luh Nyoman Sri Rahayu, Ni Putu Suriati, Moendy Astuti, Ludzy Usdianto, SK Hanny, Grace Tjondronimpuno, Ni Nyoman Sani, Kerry Pendergrast, Gill Marais.
Deskripsi:
Karya-karya lukisan dan fotografi yang dipamerkan adalah hasil penafsiran dari karya prosa, Toeti Heraty : “Calon Arang” , yang mengemukakan persoalan budaya patriakal, keperempuanan dalam konteks suatu budaya. Didahului dengan loka karya selama 2 minggu. Dimana masing – masing perupa mengambil dan membaca bagian-bagian yang dianggap menarik dan penting sebagai suatu penafsiran pada suatu teks. Para perupa ini menuangkan hasil pembacaannya ke dalam karya – karya visual , yang kemudian digunakan sebagai ilustrasi prosa yang terbagi dalam beberapa bab tertentu (chapter).
20 November 2006
Meet Mr. Greet, A Contemporary Akordeon
(Pascal Content and Videobabes)
Organisation : CCF, Jakarta
REVITALISASI SONGKET MINANGKABAU
16 – 23 November 2006
Pameran
REVITALISASI SONGKET MINANGKABAU
Menghadirkan 40 karya Songket Hasil Revitalisasi, dan 20 Songket lama koleksi Museum Pemerintah Sumatera Barat
Organisasi Penyelenggara :
Cemara 6 Galeri, Jakarta.
Studio Songket ErikaRianti, Padang.
Museum Adityawarman Sumatra Barat
Dewan Kesenian Sumatra Barat.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sumatra Barat
Pembukaan:
Kamis, 16 November 2006
Pukul 19.00 WIB
Diskusi:
Sabtu, 18 November 2006, Pukul 14.00-16.00 Wib.
Tempat: Lantai 1, Cemara 6 Galeri
Topik :
Revitalisasi Songket Minangkabau
Pembicara :
• Sativa Sutan Aswar (Peneliti Songket MK)
• Ninuk Pambudy (Pengamat, Wartawan Kompas)
• Bernhard Bart (Pelaku Revitalisasi Songket MK)
Deskripsi Tentang Pameran
Nusantara dikenal dengan kekayaan hasil seni budaya tradisi yang patut kita ketahui serta pelihara keberadaannya. Karena konon dibaliknya, tersimpan banyak nilai kehidupan yang sangat berarti. Songket dari ranah Minang merupakan salah satu kekayaan seni tekstil tradisional, yang pembuatannya masih dilakoni sampai saat ini. Hanya saja, kualitas dan keragaman motifnya terasa semakin menyusut.
Bernhard Bart (Ben) , seorang arsitek berkebangsaan Swiss dan Alda Wimar, serta kawan-kawannya dari Padang -Sumatera Barat, tahun-tahun belakangan ini telah melakukan hal yang cukup penting. Menyumbangkan sesuatu yang begitu berharga bagi keberlangsungan nilai pusaka bangsa; me-revitalisasi kain – kain songket lama. Revitalisasi Songket yang mereka lakukan, meliputi soal motif (termasuk persoalan makna – makna yang terkandung dibalik simbolnya) dan bahan, sekaligus juga teknis produksi pembuatannya. Secara tidak langung juga muncul isu mengenai strategi budaya, terutama ihwal untuk mempromosikan keberlangsungannya.
Dengan menyajikan karya-karya Songket hasil revitalisasi, sebagai suatu upaya untuk membangkitkan songket dengan motif-motif lama- berusia ratusan tahun, yang tidak lagi diproduksi bahkan beberapa sangat langka. Berdampingan dengannya, juga dihadirkan kain-kain songket lama koleksi museum pemerintah Sumatera Barat. Sehingga kita bisa membandingkannya selain menikmati keindahan hasil budaya yang sarat akan nilai – nilai penting.
6 – 30 September 2006
Love Supply. Neneng Ferrier
9 – 22 Agustus
PHANTABOX
Installation by SIM F
20 Juli 2006
Peluncuran Buku dan Pameran
RUUD VENEKAMP
5 – 30 July 2006
Pameran Foto dan Peluncuran Buku
KERABAT karya Tino Djumini
24 Mei – 23 Juni 2006
The Other: Ann Wizer, Midori Hirota, Hee Sook LEE
(Bagian Pameran Pendukung Biennale Jakarta, bekerjasama dengan DKJ)
5 – 30 April 2006
Pameran Lukisan
Klaus G-Hintz
6 – 30 Maret
Pameran Tunggal Soeryo
8 – 28 February
Slovak Contemporary Graphic Art
18 January – 2 February
Oil Incorporated
Iswanto G. Hartono
2002 – 2005 (Selected)
17 December 2002 – 12 January 2003
HILDAWATI SOEMANTRI
March 2003
Imagined Bodies
June 2003
CHILDHOOD OBJECTS
July 2003
NICE BOY
Family Portraits of Tino Djumini
Filippo Sciascia
KADEK
9 September – 29 October 2004
Imagining Jakarta
a collaborative project architects and artists
Is Jakarta a failing metropolis?
Imagining Jakarta feels that Jakarta has never been given a chance to succeed. Her potentials, including even ones that might arise from her problems, if understood correctly, have yet to be given ample space and momentum, vis-à-vis a way of developing that lacks discourses, perspectives, imaginations, and participations. The existing plans and “projects” tend to avoid the heart and the true scale of the matter.
The “Imagining Jakarta” project is an alternative effort or another way to see the city Jakarta, not only has the city inspired this project but furthermore it has tried to open a dialogue space interactively between writer, graphic designer, photographer, or sculpture artists, and architects whom are all from the youth generation. Two days and a month, from dawn to dusk, from June to August, simultaneously this forum met in a series of workshop, discussing a variety of predominant problems with critical approaches. With the spirit of “collective imagination”, long discussion happened, all intense and sometimes tiring. Presenting basic ideas, criticizing and giving examples, whether it’s an example of work, project that had been done before, either it’s from another institute or deliberately compiled in a research for this project. The works of “Imagining Jakarta” will be an interaction space for immaterial values through the artifacts that are intently produced there.
Participants:
Achmad .D. Tardiyana (Architect) | Adi Purnomo (Architect) | Bonifacius Djoko Santoso (Visual Artist) | Budi Pradono (Architect)| Cecil Mariani (Graphic Designer)| David Setiadi (Architect) | Dewi Susanti (Architect) | Enrico Halim (Gaphic Designer) | Erik Prasetya (Photographer) | Hedi Hariyanto (Visual Artist) | Marco Kusumawijaya (Architect / Critics) | Irwan Ahmett (Gaphic Designer) | Paul Kadarisman (Photographer) | Gregorius Supie Yolodi (Architect) | Yuka Dian Narendra (Visual Artist / Composer)
curator : Rifky Effendy
director : Marco Kusumawijaya
Organization of workshop :
Masyarakat Lingkungan Binaan and Goethe Institut, Jakarta
Installation Views:
November 2005
Abstrak Coret
Installation by Irawan Karseno, Vonny Ratna Indah, Iswanto G. Hartono














